Saat ini, mengakses layanan keuangan sanngat mudah untuk dilakukan tanpa perlu mengunjungi langsung kantor pusatnya. Kamu sudah bisa melakukannya melalui layanan online, misalnyanya seperti mobile banking (m-banking).
Menggunakan m-banking ini, nasabah sudah bisa melakukan berbagai aktivitas keuangan, mulai dari melakukan transfer, memeriksa riwayat transaksi, melihat jumlah saldo, dan berbagai informasi lainnya mengenai rekening keuangan.
Karena kemudahan yan diberikan ini, kejahatan siber semakin menjadi ancaman serius. Oleh karena itu, sebagai pengguna yang memanfaatan layanan rekening online ini, kamu perlu berhati-hati saat menggunakan teknologi.
Para penjahat siber memiliki banyak celah yang bisa digunakan untuk menyusup ke perangkatmu hingga menguras saldo rekening yang ada. Jadi, pastikan kamu tidak melakkan hal-hal yang akan memudahkan mereka melancarkan aksi kejahatannya
Di bawah ini 12 cara mengamankan rekening keuangan di HP sebagai berikut:

Kunjungi halaman Google Chrome

Klik ikon titik tiga di kanan atas

Pilih opsi “Setelan”

Masuk ke menu “Privasi dan keamanan”

Akses menu “Safe Browsing”

Aktifkan fitur yang dilingkari pada gambar

Aktifkan tombol seperti pada gambar di bawah

Klik menu “Selalu gunakan koneksi aman”

Aktifkan tombol pada fitur “Selalu gunakan koneksi aman”

Pilih menu “Gunakan DNS aman”

Nyalakan tombol di samping “Gunakan DNS aman”

Agar kamu tidak menjadi salah satu korban kejahatan siber ini dan menyebabkan kerugian yang tidak diinginkan, kamu bisa menyimak 12 cara mengamankan rekening keuangan di HP berikut.
1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Langkah yang paling penting untuk kamu lakukan agar rekening keamanan memiliki lapisan keamanan berlapis adalah dengan mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah. Fitur ini akan membantumu login dengan menggunakan kode yang telah kamu tetapkan.
Artinya, seseorang atau penjahat siber yang berusaha masuk ke akunmu pastinya akan kedulitan. Hal ini karena sistem tidak akan melakukan verifikasi jika tidak memasukkan kode enam digit. Dan untuk mengantisipasi kamu melupakan kodenya, kamu juga perlu memasukkan alamat email pemulihan.
2. Jangan Sebarkan Kode Akses dan PIN ke Siapapun
Pastinya kamu mengetahui jika kode akses serta PIN m-banking merupakan dua hal yang akan membantumu untuk mengakses layanan m-banking dari rekening keuangan yang kamu gunakan. Artinya, akan sangat berisiko jika orang lain mengetahuinya.
Saat mereka mengetahui kode akses dan PIN yang kamu miliki, mereka bisa langsung membobol rekening keuangan milikmu. Jadi, jangan sembarang membagikan atau menyebarkan kode akses beserta PIN tersebut pada siapapun.
Kamu juga perlu waspada jika ada pihak yang mengaku sebagai layanan resmi untuk meminta kode akses benerta PIN akunmu. Karena pihak bank tidak akan meminta hal tersebut melalui SMS, email, maupun telepon.
3. Periksa Ulang Transaksi Sebelum Konfirmasi
Malware bisa saja menjadi salah satu yang menyebabkan data transaksi berubah. Jadi, kamu perlu memeriksa ulang terlebih dahulu berapa nominal, nama penerima, hingga nomor tujuan transaksi sebelum melakukan konfirmasi. Ini akan membantumu terhindar dari salah transfer yang akan membuatmu rugi.
4. Tunggu Notifikasi Transaksi
Ketika kamu melakukan transaksi rekening melalui m-banking atau layanan keuangan lainnya, kamu perlu memeriksa notifikasi transaksi setelahnya. Apabila kamu tidak mendapatkannya, kamu bisa menghubungi pihak terkit untuk mengatasi masalahnya.
5. Cek Notifikasi Transaksi Secara Rutin
Seperti yang kita ketahui bahwa saat mlakukan transaksi, riwayatnya akan terlihat pada daftar yang telah disediakan. Kamu perlu untuk memeriksa riwayat tersebutsecara rutin untuk memastikan tidak ada aktivitas transaksi mencurigakan.
6. Ganti PIN
Segera ganti PIN m-banking hingga ponselmu jika kamu sudah mencurigai adanya tindakan pembobolan terhadap akunmu. Jangan menunggu hingga rekeningmu benar-benar ludas diambil. Saat melihat tanda-tandanya, segera lakukan penggantian PIN hingga kunci kamanan lain.
7. Laporkan Jika SIM Card Hilang atau Ditransfer ke Orang
Kehilangan ponsel tentu membuatmu perlu meningkatkan kewaspadaan, apalagi jika kamu tidak mengamankan perangkat dengan kunci keamanan. Jika kamu mengalami kendala ini, segera hubungi pihak bank dan juga pihak provider untuk mencegah rekening keuanganmu diambil alih.
8. Waspada Aplikasi dan Link Mencurigakan
Diketahui bahwa saat ini sudah banyak sekali celah yang bisa diamnafaatkan oleh penjahat siber untuk melancarkan aksi kejahatannya. Salah satu metode yang sering digunakan adalah metode phishing.
Mereka akan mengirimkan link atau file mencurigakan yang jika diekan atau diunduh oleh pengguna, malware yang mereka atur akan masuk ke perangkat. Dengan begitu, mereka juga akan dengan mudah mengakses berbagai data yang ada di dalamnya.
Oleh karena itu, kamu harus tetap waspada dengan link atau file dari platform perpesanan instan. Jangan asal menekan atau mengunduh link dan juga file tersebut meski terdapat kalimat yang menggiurkan atau membuat panik.
9. Jangan Menggunakan WiFi Publik untuk Transaksi
WiFi publik pun bisa dimanfaatkan oleh para penjahat siber untuk meretas perangkat korban. Jika kamu terpaksa harus menggunakan WiFi publik, pastikan kamu menggunakan jaringan asli. Dan hindari melakukan transaksi penting seperti transaksi keuangan ketika menggunakan WiFi publik yang tersedia.
10. Jangan Menyimpan PIN Sembarangan
Jika kamu adalah orang yang mudah lupa, kamu mungkin memilih untuk menyimpan PIN rekeningmu di note atau tempat yang bisa kamu akses dengan mudah. Padahal tindakan seperti ini sangat berisiko untuk dilakukan.
Apabila kamu memang harus menyimpan PIN, jangan simpan di sembarang tempat karena bisa saja seseorang mengakses tempat yang kamu gunakan untuk menyimpan PIN tersebut. Kamu bisa mencoba menggunakan aplikasi password manager jika ingin menyembunyikan PIn dengan aman.
11. Logout Setelah Selesai Transaksi
Saat kamu telah selesai melakukan transaksi keuangan di HP, jangan lupa untuk selalu logout langsung dari aplikasi. Langkah ini akan membantumu mengamankan akses tidak sah jika mungkin ada seseorang yang sedang meminjam atau menemukan HP-mu.
12. Hapus Data Sebelum Ganti HP
Mengganti HP mungkin perlu kamu lakukann ketika sudah merasa performanya menurun dan sudah lama menggunakannya. Namun sebelum itu, kamu perlu memastikan semua data yang ada di HP-mu terhapus terlebih dahulu.
Menghapus data pribadi yang ada di HP adalah langkah antisipasi HP yang bisa saja diakses oleh orang lain setelah kamu selesai menggunakannya. Untuk menghapusnya secara permanen, kamu bisa melakukan factory reset atau reset pabrik.
Itulah 12 Cara Mengamankan Rekening Keuangan di HP agar kamu tidak mengalami kerugian. Semoga informasi di atas dapat membantu.












